Pengelolaan Laboratorium

SELAMAT DATANG DI YULIAS BLOG

Minggu, 25 September 2022

Jurnal Refleksi Dwingguan Modul 1.2

                                                                         YULIANA PODUNGGE, S.Pd  SMP NEGERI 1 TILAMUTA                                                                                                                                              

                                    JURNAL REFLEKSI  DWIMINGGUAN          

                               PENDIDIKAN  CALON GURU PENGGERAK

  MODUL 1.2.    NILAI DA PERAN GURU PENGGERAK 
       

Merupakan hal yang sangat  menarik saat mengikuti kegiatan di Modul 1.2.A.6 pada  Ruang Kolaborasi yang membahas tentang  Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak- pada kegiatan ini kita melakukan  Sebuah aktivitas yang memberikan  ruang para Calon Guru Penggerak (CGP) untuk berdiskusi sambil tukar pikiran tentang Nilai dan Peran Guru Prenggerak setelah itu di beri ruang untuk setiap kelompok mempresentasikan materi terkait modul tersebut beserta internalisasinya. Kegiatan ini di pandu Oleh Fasilitatir yang hebat bapak  Natar MCohune yang begitu antuasias untuk membimbing dan mengarahkan agar arah pembahasan tidak salah arah, dan masing-masing dari  CGP di beri kesempatan untuk ambil bagian dalam menegmukakan ide/ gagasan maupun memberi sanggahan dari permasalahan yang ada dalam setiap kelompok sangat seru dan menyenangkan. 

             Setiap Calon Guru Penggerak diminta untuk mempertanggunggung jawabkan tentang nilai-nilai yang sudah dan akan di terapkan di setiap sekolah masing-masing Guru sebagai pendidik yang diharapkan memiliki sifat  menuntun selalu  melekat pada dirinya, agar arah pendidikan selalu terkontrol dan selalu memperhatikan  nilai dan peran guru penggerak, dimana salah satu nilai yang  terkandung adalah pendidikan yang berpusat pada murid   disamping itu guru selalu memberi motivasi, pembangun dan pendorong keberhasilan bagi muridnya. Guru memiliki peran yang melekat pada sebuah trapezium usia meskipun berada di luar. Seorang guru sangat berperan dalam membentuk ingatan-ingatan yang dialami oleh murid. Seorang guru harus optimal memainkan perannya selaku penuntun agar meninggalkan jejak kisah yang bernilai positif pada murid di hari esok.

Nilai-nilai Guru Penggerak terdiri   atas 5 Nilai  seperti yang terlihat di bawah ini:



 Nilai-nilai  guru penggerak meliputi:  Nilai berpusat pada murid. Nilai  mandiri,  NIlai reflektif,  Nilai kolaboratif, dan Nilai inovatif, dengan adanya  nilai tersebut diharapkan seorang guru penggerak  mampu menjadi Motivator  bagi teman sejawat maupun bagi siswa  sebagai anak didik bahkan  mampu mengembangkan peran yakni menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, Menjadi Teladan  bagi guru lain, Mampu menjadi mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid. sehubungan  dengan nilai dan peran dapat diharpakn  layak menjadi agen transformasi pendidikan untuk mewujudkan merdeka belajar bagi muridnya.

 Sementara itu Peran saya sebagai Guru Penggerak  terdapat beberap antara lain : 

 1.Menjadi Pemimpin Pembelajaran 

2. Menjadi contoh  atau pemipin bagi teman sejawat terkait pengembangan               Pembelajaran di sekolah maupun di komunitas

3. Mampu Menjadi Penggerak bagi Komunitas 

4. Mampu Mendorong Kolaoborasi antar sesam guru 

5. Mewujudkan Pendidikan yang berpusat pada murid dan Menyenangkan 

           Dalam Kegiatan refleksi  dwimingguan kali ini saya akan memaparkan hasil resume saya  tentang materi pada modul ini, pada Refleksi ini Memaparkan tentang Nilai-nilai Guru  Penggerak dan Peran yang saya kemas dalam bentuk Penjelasan menggunakan Model 4 C (Connection, challenge, concept, change (4C) Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011) .

1)    Connetion 

Sebagai seorang guru Penggerak  yang merupakan agen  Perubahan  pendidikan yang diharapkan mempunyai komitmen  dan selalu konsisten menjalankan dan menjaga  Nilai-nilai Positif  dalam diri yang  mampu  menciptakan  suasana belajar dan proses Pembelajaran yang berkualitas, dimana nilai-nilai tersebut dapat akan menjadi pendukung utama bagi seorang guru Penggerak  terutama diri saya pribadi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,  Nilai Diri yang teradpat  dalam dalam diri saya meliputi : Nilai  Berpihak pada murid, Mandiri, Reflektif, Kolaboratif dan Inovatif, dengan mempelajari, Memahami dan menerapkan Nilai-nilai tersebut semakin meyakinkan diri saya  untuk tetap  bersemangat  alam mengikuti kelanjutan pada modul berikut dan ini merupakan dasar utama dalam menjalankan aktivitas  Mengajar saya .

2)    Challenge

Setelah menyimak dan mendengarkan  pemaparan dan penyampaian materi yang telah disampaikan oleh  Instruktur, Fasilitator, Pengajar Praktik dan di dukung dengan hasil diskusi di kelompok kecil maupun kelompok besar  antar sesama CGP,  saya meyakin dan sangat menyetujui bahwa nilai-nilai  Guru Penggerak  merupakan  sesuatu  hal yang harus  dikuasai dan dilaksanakan  dengan Komitmen dan penuh konsisten oleh seorang guru Penggerak, disamping itu bahwa seorang guru penggerak mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas pembelajaran   dan mampu berperan aktif sebagai Pemipin pembelajaran,  sebagai Motivator, Kolaborator  bahkan menjadi  innovatorsehingga akan menjadi ontoh bagi teman-teman sejawat. Disamping itu  saya  masih memeiliki rasa kekhawatiran apakah  saya mampu menghadapi tantangan , menjalankan tugas dan tanggung jawab sebabagi guru Penggerak sehingga akan mempengaruhi  perubahan yang signifikan bagi diri dan seluruh stake holder di sekolah.

3)    Concept 

Dalam menjalankan Tugas dan Peran seorang Guru Penggerak  terdapat banyak hal yang harus  dipelajari,  dipahami, dihayati serta diimplementasikan  seara konsisten dan penuh tanggungg jawab. Dalam Konsep bahwa setiap manusia memiliki kodrat yang berbeda- beda dan memiliki sifat yang merdeka dan bebas  untuk menentukan gerak disesuaikan dengan kebutuhan yang nantinya gerakan yang dihasilkan akan mempengaruhi  hal-hal yang positif bagi lingkungannya dan akan mendukung  pencapaian tujuan pendidikan, Dalam Konsep pada  Modul 1.2 ini dititik beratkan pada  Nilai karakter siswa  yang diadikan sebagai dasar  pencapaian tujuan pendidikan yang mengimpilimentasikan Pendidikan yang bermakna pada pelajar pancasila .

4)    Change  perubahan dalam diri yang ingin saya lakukan setelah mendapatkan materi pada  Modul 1.1. dan modul 1.2  adalah :  

·         Menerapkan semua nilai-nilai  dalam proses pembelajaran maupun aktivitas dalam keseharian di sekolah seara konsisten  dan senantiasa berkomitmen

·         Akan mengubah mindset pembelajaran dengan selalu mengedepankan pembelajaran yang berpihak pada siswa

·         Membina Hubungan yang baik dan bersinergi dengan stake holder sekolah

·         Menjadi agen Perubahan dan jadi panutan bagi seluruh stake holder.

 

 

 

 

Selasa, 13 September 2022

Jurnal Refleksi DwiMingguan Modul 1.1.

                                            

                                                                                                                                                            
                                JURNAL REFLEKSI  DWIMINGGUAN                                       PENDIDIKAN  CALON GURU PENGGERAK                   MODUL 1.1. 


YULIANA PODUNGGE, S.Pd
SMP NEGERI 1 TILAMUTA 


            Didalam Program Guru penggerak  terdapat beberapa tugas yang harus diselesaikan Oleh Calon Guru Penggerak  dan  salah satu tugas harus diselesaikan yaitu  Membuat refleksi Dwimingguan, Tugas ini memang sangat menarik tetapi menantang  sebab selama ini hal ini belum pernah saya lakukan dimana saya harus merefleksi semua kegiatan yang telah lewat dalam bentuk tulisan biasa refleksi yang saya lakukan hanya secara lisan, dimana dalam merefleksikan  kita diintruksikan untuk melakukan refleksi diri dengan cara memahami dan merefleksi masa yang sudah kita lalui, terjadinya perubahan pola pikir dan emosional, serta rasa untuk mau dan ikhlas memperbaiki diri di masa mendatang. 

        Pada kegiatan  mengerjakan tugas jurnal refleksi dwimingguan ini, saya memakai model 4F,  yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. Dalam Konsep yang di tawarkan oleh Dr. Roger Greenaway kita diharapkan  untuk berpikir kritis meninjau  pelaksanaan  dan mengevaluasi situasi yang akan diamati kemudian renungkan, dan selanjutnya menentukan  bagaimana seharusnya model pembelajaran dan metode  yang  digunakan terhadap  proses pembelajaran  yang telah kita lakukan dan  di masa yang akan datang.

     Model 4 Fdapat dijabarkan sebagi berikut :

   1.Fact/ Peristiwa

            Program Guru Penggerak yang saya ikuti adalah di Angkatan 6. Perlu diketahui bahwa CGP untuk Provinsi Goorntalo Khususnya  Di Kabupaten Boalemo  kuotanya memang baru ada di Angkatan 6, sehingga saya memang baru bergabung sekarang. CGP Angkatan 6 dibuka oleh Mentteri Kemendikbudristek, Nadiem Makarim, B.A., M.B.A. dan Dirgen GTK pada hari Rabu, tanggal 24 Agustus 2022, tepatnya pada pukul 11.00 WIB, melalui zoom secara serentak di seluruh Indonesia. dimana Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan bulan Mei 2023 Setelah Pelaksanaan pembukaan, ada beberapa intisari  yang perlu di pahami dan di laksanakanan Seluruh CGP diwajibkan untuk mengerjakan pretes di LMS masing-masing dan mulai mempelajari modul 1.1. tentang Mulai Dari Diri dan eksplorasi konsep, kemudian Eksplorasi konsep di forum diskusi yang dipimpin oleh fasilitator. Kemudian ada ruang kolaborasi, di mana setiap CGP berkolaborasi ataupun bekera  bersama kelompoknya masing-masing yang di koordinatori oleh pengajar Praktik dan Fasilitator.

         Kegiatan selanjutnya adalah Lokakarya Orientasi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 3     September 2022  di zoom. Pada kegiatan Lokakarya Orientasi,  dilakukan sesuai dengan Provinsi dan Kabupaten Masing-masing , selain  Calon Guru Penggerak dalam kegiatan tersebut , diikutsertakan pula   para kepala sekolah dan pengawas di tempat CGP yang lolos terpanggil mengikuti lokakarya.          

         Kemudian, para CGP memasuki room masing-masing sesuai dengan para Pengajar Praktiknya,  disini, kami terus digali,  diberi wawasan dan di bekali pengenalan tentang Program,  disamping itu kita di beri kesmpatan untuk saling mengenali tentang  ati diri masing-masing , apa     yang belum dan sudah ada pada diri saya (dengan cara mengerjakan LK  yang diberikan pada kegiatan tersebut), kemudian    langsung mendiskusikannya. Kegiatan dimulai dengan kesepakatan kelas, kemudian     mempresentasikan harapan menjadi CGP.  Pengajar Praktik kami adalah Bapak Sofyan Utiarahman, S.Pd, M.Pd beliau   memandu  mampu membuat  suasana yang menyenangkan sehingga kami tidak bosan. Kurang lebih selama dua minggu, kami belajar mandiri melalui LSM  yang dirancang dengan sangat "friendly", sehingga para CGP tidak susah untuk mengeksplore fitur-fitur yang ada di dalam LMS itu sendiri. Kegiatan demi kegiatan dilaksanakan hingga kami diharuskan membuat karya berupa demonstrasi konstektual

             Setelah  dilakukan  Kegiatan  Lokakarya  di lanjutkan  dengan  kegiatan                          Elaborasi  Pemahaman   yang dilaksnaakan Jum'at tgl 9  September  2022 dengan instruktur Muhammad Passalawongi  melalui g-meet Bapak Instruktur  memberikan penyegaran kepada kami para calon guru penggerak  pemahaman  tentang Konsep Filosofi Ki Hajar Dewantara yang diterapkan pada pembelajaran yang di hubungan dengan Konteks Sosial Budaya yang terdapat di daerah kami Gorontalo khusunya di Kabupaten Boalemo dengan tujuan agar peserta didik mampu memahami tentang sosial budaya di daearah  mereka .

 2. Feeling

        Selama kurang lebih dua minggu saya menjadi CGP, banyak sekali hal yang saya rasakan. Hatu, senang, galau, bahagia, semua bercampur baur dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini. Keseluruhan perasaan tersebut saya ibaratkan juga denga napa yang dialami oleh murid-murid saya. Betapa KHD mengangkat bahwa kita harus memanusiakan manusia, sehingga murid dapat mencapai kodrat alam, namun juga tetap selalu membuka mata untuk setiap hal positif di luaran sana (kodrat zaman) sehingga anak didik kita dapat merasakan kebahagiaan dan keselamatan sejati.

3. Finding/ Menemukan

        Setelah Pelaksanaan kegiatan ini,  apa yang saya fikirkan dan saya takutkan , benar-benar saya alami. Saya menemukan dan menikmati sendiri bahwa dalam pelaksanaan program ini  banyak sekali pelajaran berharga  Banyak sekali yang saya dapatkan, mulai dari ilmu, bertemu dengan sahabat-sahabat yang luar biasa, bertemu dengan Instruktur Hebat, Para Pengajar Praktik yang super dan lebih utama terjalin  silaturahmi yang kuat antar pendidik di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Program Guru Penggerak angkatan 6,Sementara untuk memahami ataupun menjalankan pemikiran-pemikiran KHD kepada peserta didik  hanya bisa di pelajari dan didapatkan secara mendalam di Program Guru Penggerak. Pemikiran  dari KHD yang menurut saya tidak akan di  dimakan usia artinya tidak akan pudar dan ini akan menjadi  panduan bagi pendidik untuk menerapkan Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara  dan hal ini pula selaras dengan  Kurikulum Merdeka yang saat ini sedang di jalani saat ini .

  " Ing ngarso sung tulodo  (Di depan menjadi teladan) Ing Madya Mangun karso (Di tengah memberi semangat)  Tut Wuri Handaya  ( Dibelakang memberi dorongan)


4. Future ( Tinak lanjut kedepan )

    Ketika Kita mampu memahami dan  menjalankan ataupun menerapkan Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan sebaik-baiknya maka saya akan menerapkan baik sebagian ataupun secara keselurhan karena saya sadari bahwa dalam menerapkan hal baru itu bukan  hal yang mudah oleh karena itu pelaksanaanya akan di lakukan secara perlahan-lahan, disamping diterpakna kepada peserta didik akan saya terapkan juga pada teman sejawat, dan kepada masyarakat dalam hal ini orang tua siswa atau komite, pemahaman danpemikiran KHD selaykanya harus  di ketahui atau di pahami oleh seluruh staekholder yang terdapat di lingkungan sekolah sebab pelaksanaan satu program harus melibatkan semua unsur terkait. Dengan adanya Kolaborasi yang baik antar pihak maka  saya yakin bahwa penerapan Filosofi Pendidikan KHD akan terwujud, dan kita sebagai Pendidik akan merubah pola pemikiran kita dalam  mendidik dalam pengajaran menyertai kata " MENUNTUN"  tetapi kita harus memiliki prinsip yang kuat belajar- dan belajar belajar sepanang hayat. 


Salam Sehat .. Salam Guru Penggerak !!!!











    2. Feeling 

    3. Finding 

    4. Future 













Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future)


4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal):

1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut.

3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?

4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

 


Jumat, 09 September 2022

1.1. Konenksi Antar materi (Modul 1.1)



 Koneksi   Antar  Materi 

Kesimpulan dan Refleksi  Pemikiran Ki Hajar Dewantara  (Modul 1.1)

Yuliana Podungge, S.Pd

Calon Guru Penggerak angkatan 6 

SMP N 1 Tilamuta , 

Kab. Boalemo

 Provinsi Gorontalo


    Pertanyaan Pemantik :

     1. Apa yang Anda Percaya  tentang murid dan pembelajaran  di kelas sebelum 

         anda mempelajari  Modul 1.1.?

     2. Apa yang berubah dari Pemikiran atau prilaku anda setelah mempelajari 

         modul ini?

     3. Apa yang dapat segera anda terapkan lebih baik agar kelas anda        

          mencerminkan pemikiran KHD?

Pembahasan : 

1. Sebelum mempelajari modul 1.1.  saya meyakini bahwa setiap anak memiliki        keunikan dan karakter yang berbeda hal ini diakibatkan oleh pola  pengasuhan      yang  berbeda , dan dari anak itu terlihat karakter yang berbeda yang terbawa      oleh anak dari rumah sesuai dengan pola pengasuhan dari masing-maisng            anak  terdapat perbedaan prinsip, pola fikir dan cara belajar yang berbeda            pula, bahkan saya meyakini bahwa ada anak yang mempunyai kemampuan          yang lebih dalam satu mata pelajaran tetapi  terdapat kekurangan di beberapa      mata pelajaran disamping itu juga saya meyakini bahwa anak tidak bisa di            rubah jika anak tersebut tidak melakukanya. 



2. Yang berubah dari pemikiran atau prilaku saya setelah mempelajari modul ini adalah :

    saya  bisa memaknai bahwa pendidikan bagi siswa itu diibaratkan bagaikan benih atau bibit yang siap untuk disemaikan ke lahan atau ladang, dalam hal ini sekolah tempat anak-anak belajar, sementara guru atau pendidik diibaratkan sebagai Petani  yang mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap perkembangan dan keselamatan anak didik, Guru harus mampu merawat, menjaga dan selalu menuntun siswa dengan tidak melupakan kodrat dari masing-masing anak , anak-anak akan diupayakan akan tumbuh dan berkembang  dalam hal tetap menjaga  cipta, karsa dan karya mereka melalui  eksplorasi  minat bakat yang ada dalam diri Mereka sendiri. 

                                   

                                                                                                                                                                                        

3. Hal yang segera saya terapkan agar kelas dapat mencerminkan pemikiran KHD  akan : 

    a) Menumbuhkan rasa percaya diri kepada siswa agar mereka menjadi anak yang aktif dan           kreatif 

    b) Memberikan Motivasi dan dorongan pada siswa  agar memiliki komitmen dalam belajar 

    c) Menggali Potesi yang ada pada diri siswa sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman 

   d) Memperbaiki strategi  pembelajaran baik penggunaan model maupun metode 

        pembelajaran  yang disesuikan dengan kodrat anak 

  Setelah peserta didik diberi Motivasi, dorongan dan ditumbuhkan rasa percaya diri

maka mereka akan lebih mudah untuk belajar dengan cara dan gaya mereka sendiri

bahkan mereka akan lebih senang dalam belajar seperti yang tampak dalam gambar di berikut ; 

 




 

Kamis, 05 November 2020

PENGALAMAN INDAH   SAAT  INOVASI  DALAM PROSES PEMBELAJARAN

            Belajar merupakan suatu proses atau kegiatan yang dilakukan seseorang untuk dapat mengetahui sesuatu yang belum pernah mereka ketahui sehingga orang tersebut akan benar-benar mengerti atau mengetahuinya. Dalam proses belajar tentunya bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan ketekunan dan keseriusan dalam mengerjakannya, begitu juga dengan diri saya yang saat ini berprofesi sebagai guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Provinsi Gorontalo, dalam melaksanakan pekerjaan saya selama ini baru lulus. kewajiban saja, itulah yang selalu ada di pikiran saya sepanjang waktu dan berusaha keras agar saya bisa melakukan pekerjaan saya secara bertanggung jawab                  dimana semua yang saya lakukan sesuai dengan kaidah kurikulum, dalam proses mengajar saya mengajar sesuai dengan keterampilan yang saya miliki saat ini dengan keterampilan IT yang sesuai . Namun seiring berjalannya waktu saya mengalami kejenuhan dalam melakukan rutinitas yang begitu saja yang bisa dikatakan masih berupa pendidikan konvensional.     

    Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dimana terdapat objek dan mata pelajaran sehingga pada kesimpulannya pembelajaran dapat bermakna sebagai suatu proses    pembelajaran pembelajaran  adalah suatu sistem yang terdiri dari unsur manusia, bahan, fasilitas, peralatan, dan prosedur yang mempengaruhi pencapaian tujuan. belajar. Manusia yang terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan personel lainnya, seperti personel laboratorium. Bahan termasuk buku, papan tulis dan kapur, fotografi, slide dan film, kaset audio dan video, dan bahan lainnya (Oemar Hamalik, 1999, dalam Hera Lestari Mikarsa 2007: 7.3)   

Rumusan makna pembelajaran mengandung sinyal bahwa proses pembelajaran merupakan  kegiatan penyampaian ilmu pengetahuan dari seorang pendidik kepada peserta didiknya,  tidak terbatas dilaksanakan di dalam ruangan saja, tetapi dapat dilaksanakan dimana saja dengan membaca buku, informasi melalui film, koran, televisi, internet. untuk organisasi dan interaksi sebagai komponen yang saling berhubungan, untuk mendidik peserta didik.

                Pendidikan konvensional masih lebih menitikberatkan pada cara menghafal dan bagaimana mendapatkan informasi atau pengetahuan hanya   dari guru  atau   melalui satu arah, guru kolom selalu menjelaskan dan meminta siswa untuk dapat memahami tanpa memperhatikan pola pikir  peserta didik, tanpa memikirkan kemampuan peserta didik dalam mengolah informasi yang diterima,  guru tidak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengolah materi yang disajikan    

Pendidikan Konvensional masih sangat menjunjung tinggi   peran utama  Guru dalam proses pembelajaran sebagai   satu-satunya sumber pengetahuan bagi peserta didik,  selain itu materi masih disajikan dalam bentuk penyampaian sepihak masih bersumber dari sumber standar saja dimana siswa hanya berperan sebagai penerima   dan  bukan sebagai pengolah,   dan hal inilah yang menyebabkan peserta didik tidak mampu mengembangkan keterampilan yang dimilikinya karena dibatasi oleh hak seorang guru.

                Guru masih memiliki kewenangan penuh   atas proses pembelajaran dan mengedepankan ilmu yang harus dikuasai peserta didik  untuk kemudian hal ini akan menjadi bahan ujian bagi   peserta didik, dapat disimpulkan pembelajaran masih pasif, peserta didik belum diberi ruang untuk berinovasi dan bekerja keras. dalam proses   pembelajaran di kelas. 


Proses pengajarannya masih menggunakan Paradigma Lama

Pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher-centered learning)


                    


Dalam mengimplementasikan Inovasi Pembelajaran  tentunya   bagi saya pribadi   masih banyak    kendala,   seperti yang sudah   saya jelaskan diatas bahwa kemampuan IT saya hanya sebatas menyalakan dan   mematikan Laptop saja, saya masih sangat malas dalam mengoperasikan berbagai aplikasi yang   sudah hampir sebagian guru di Indonesia sudah. tetapi tidak sangat akrab dengan saya,    dengan   alasan bahwa kesediaan saya untuk berinovasi sekitar waktu yang lama berkurang tapi   selalu dalam bayangan gelap   oleh   rasa takut salah,   selalu dalam   pikiran saya   jika saya inivasi bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran   Apakah tidak ada konsekuensi negatif yang bisa saya dapatkan atau   saya hadapi ????   Perasaan seperti ini selalu membayangi   saya, sehingga pada suatu saat   saya   ditawari oleh seorang teman untuk mengikuti berbagai kegiatan pelatihan baik    lokal maupun di tingkat Nasional, awalnya saya tidak berani melakukannya tetapi karena perubahan dan perubahan Kurikulum yang berubah yang bertujuan untuk dapat memberikan ilmu dan pemahaman bahwa setiap guru harus selalu dapat megupate pemahamannya terutama dalam hal pemahaman penggunaan Aplikasi demi kelancaran proses pembelajaran dan   guru dituntut untuk selalu berinovasi.

Berdasarkan uraian di atas, sekarang saatnya bagi saya untuk memikirkan  bagaimana   seharusnya proses pembelajaran berlangsung dalam dunia pendidikan saat ini,  karena pendidikan kini memasuki   ERA   DIGITAL.  Menghadapi era digital  saat ini sudah saatnya merubah paradigma proses pembelajaran kita menjadi proses yang penuh dengan cara sehingga apa yang kita lakukan akan efektif bagi peserta didik dan mudah dipahami bahkan  diterapkan,  ini bukti  kerjasama antara guru dan peserta didik. dalam menunjang proses pembelajaran   agar apa tujuan pembelajaran atau tujuan pendidikan dapat tercapai, namun kita harus mampu beradaptasi.  dengan perkembangan usia peserta didik.

Dalam Menerapkan Proses   Pembelajaran   seperti yang diharapkan  di Era   Digitall saat ini   baik guru maupun peserta didik   dapat belajar  dengan menggunakan berbagai sumber, namun hal tersebut tergantung dari guru dan peserta didik itu sendiri, selain itu guru harus dapat menemukan berbagai model dan pendekatan   dalam proses pembelajaran tersebut. proses pembelajaran berjalan efektif   dan efisien.

Dengan tuntutan dan kebutuhan  yang diharapkan agar semua guru mampu melakukan inovasi   guna mencapai tujuan Pendidikan,   oleh karena itu saya   merasa terpanggil   untuk dapat melakukan inovasi pembelajaran dalam   pelaksanaan tugas keseharian saya. Namun ini tidak semudah membalikkan telapak tangan yang begitu mudah dilakukan sesuai keinginan.

Dalam menerapkan proses pembelajaran yang modern dalam hal ini dituntut guru selalu berinovasi    bagi saya pribadi   masih sangat banyak kendala,   seperti yang sudah   saya jelaskan di atas bahwa kemampuan IT saya hanya sebatas menyalakan dan   mematikan Laptop saja, saya masih sangat malas dalam mengoperasikan berbagai aplikasi itu. memang   hampir semua guru di Indonesia sudah sangat familiar, namun mereka tidak dengan saya, oleh   karena itu keinginan saya untuk berinovasi sudah ada sejak lama, namun saya selalu dibayang-bayangi oleh   rasa takut salah yang selalu ada di   benak saya jika saya melakukan ini.  Apakah tidak ada konsekuensi negatif yang bisa saya dapatkan atau saya temukan ???? Perasaan seperti ini selalu membayangi saya, sehingga pada suatu saat saya ditawari oleh seorang teman untuk mengikuti berbagai kegiatan pelatihan baik lokal maupun di tingkat Nasional, awalnya saya tidak berani melakukannya tetapi karena perubahan dan perubahan Kurikulum yang berubah yang bertujuan untuk dapat memberikan ilmu dan pemahaman bahwa setiap guru harus selalu dapat megupate pemahamannya terutama dalam hal pemahaman tentang penggunaan Aplikasi untuk kelancaran proses pembelajaran. 

Dalam memulai suatu proses tentunya membutuhkan komitmen yang  kuat,    agar apa yang menjadi tujuan kita tercapai, dan   komitmen inilah yang menjadi landasan bagi saya untuk melakukan terobosan atau inovasi  dalam proses pembelajaran. Namun dalam perjalanan menuju prosesnya   ada beberapa hal yang   menurut saya   sangat menarik untuk diangkat ke permukaan untuk menjadi masukan bagi teman-teman untuk selalu berinovasi walaupun hanya sedikit jika kita tidak memulainya dari sekarang. Menurut saya, ada beberapa hal yang menarik dalam penerapan inovasi pembelajaran  :

1.        Niat dan keinginan yang kuat

Niat adalah wujud keinginan kita untuk dapat mencapai sesuatu yang  ingin kita capai, serta apa yang dilakukan seperti:

·         Mengubah cara mengajar dari konvensional    ke modern yang   cara 

·         Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menemukan kebenaran teori tersebut

·         Memberikan   kesempatan kepada peserta didik untuk mengasah kemampuan motoriknya   

                                        
  


                                       

1.        Menerapkan ide

 

Ide   dari metode pembelajaran kreatif mempunyai 2 arti   yaitu: Pembelajaran yaitu pembelajaran   yang kreatif dan kreatif,    perbedaan antara kedua kata   tersebut ada pada   objek yang dilakukan oleh guru, Pembelajaran Kreatif mengutamakan peran guru dalam membuat proses pembelajaran di kelas menarik bagi peserta. belajar , lebih efektif dan menggunakan pendekatan imajinatif, sedangkan pembelajaran Kreatif menekankan pada kemampuan               guru dalam mengidentifikasi kreativitas peserta didiknya, memperkuat kreativitas mereka dan memberi mereka kesempatan untuk mewujudkannya. Pendekatan proses pembelajaran kreatif akan sangat religius jika diterapkan dalam dunia pendidikan kita, mengingat demograi dan kondisi daerah masing-masing. Dan juga   harus menyesuaikan   dengan usia peserta didik, tentunya kreativitas anak SD akan berbeda dengan kreativitas anak SMP atau SMA bahkan anak SMK, disini peran seorang guru di setiap jenjang pendidikan dapat menyesuaikan metode, model pembelajaran kreatif atau pembelajaran kreatif bagi peserta didik masing-masing.

 Nah untuk implementasi kedua hal diatas di sekolah saya, dilakukan dengan berbagai metode langkah awal dilakukan untuk mengetahui karakteristik masing-masing peserta didik tentang kemauan, bakat dan minat belajar sehingga kita dapat dengan mudah menerapkan konsep tersebut. Maka dari itu sangatlah mudah bagi kita untuk Berinovasi dalam proses pembelajaran walaupun dasar implementasi dari Inovasi yang telah saya lakukan masih belum maksimal namun suatu kebanggaan saya telah berusaha dapat berinovasi untuk mendukung program pemerintah dan menyukseskan tujuan pendidikan sekaligus didorong di Era Digital.                            

Semoga penyampaian  materi ini akan bisa bermanfaat.. aamiin 



                                                                                              Gorontalo,    November 2020                                                               



Rounded Rectangle: Literasi oleh pelajar