Didalam Program Guru penggerak terdapat beberapa tugas yang harus diselesaikan Oleh Calon Guru Penggerak dan salah satu tugas harus diselesaikan yaitu Membuat refleksi Dwimingguan, Tugas ini memang sangat menarik tetapi menantang sebab selama ini hal ini belum pernah saya lakukan dimana saya harus merefleksi semua kegiatan yang telah lewat dalam bentuk tulisan biasa refleksi yang saya lakukan hanya secara lisan, dimana dalam merefleksikan kita diintruksikan untuk melakukan refleksi diri dengan cara memahami dan merefleksi masa yang sudah kita lalui, terjadinya perubahan pola pikir dan emosional, serta rasa untuk mau dan ikhlas memperbaiki diri di masa mendatang.
Pada kegiatan mengerjakan tugas jurnal refleksi dwimingguan ini, saya memakai model 4F, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. Dalam Konsep yang di tawarkan oleh Dr. Roger Greenaway kita diharapkan untuk berpikir kritis meninjau pelaksanaan dan mengevaluasi situasi yang akan diamati kemudian renungkan, dan selanjutnya menentukan bagaimana seharusnya model pembelajaran dan metode yang digunakan terhadap proses pembelajaran yang telah kita lakukan dan di masa yang akan datang.
Model 4 Fdapat dijabarkan sebagi berikut :
1.Fact/ Peristiwa
Program Guru Penggerak yang saya ikuti adalah di Angkatan 6. Perlu diketahui bahwa CGP untuk Provinsi Goorntalo Khususnya Di Kabupaten Boalemo kuotanya memang baru ada di Angkatan 6, sehingga saya memang baru bergabung sekarang. CGP Angkatan 6 dibuka oleh Mentteri Kemendikbudristek, Nadiem Makarim, B.A., M.B.A. dan Dirgen GTK pada hari Rabu, tanggal 24 Agustus 2022, tepatnya pada pukul 11.00 WIB, melalui zoom secara serentak di seluruh Indonesia. dimana Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan bulan Mei 2023 Setelah Pelaksanaan pembukaan, ada beberapa intisari yang perlu di pahami dan di laksanakanan Seluruh CGP diwajibkan untuk mengerjakan pretes di LMS masing-masing dan mulai mempelajari modul 1.1. tentang Mulai Dari Diri dan eksplorasi konsep, kemudian Eksplorasi konsep di forum diskusi yang dipimpin oleh fasilitator. Kemudian ada ruang kolaborasi, di mana setiap CGP berkolaborasi ataupun bekera bersama kelompoknya masing-masing yang di koordinatori oleh pengajar Praktik dan Fasilitator.
Kegiatan selanjutnya adalah Lokakarya Orientasi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 3 September 2022 di zoom. Pada kegiatan Lokakarya Orientasi, dilakukan sesuai dengan Provinsi dan Kabupaten Masing-masing , selain Calon Guru Penggerak dalam kegiatan tersebut , diikutsertakan pula para kepala sekolah dan pengawas di tempat CGP yang lolos terpanggil mengikuti lokakarya.
Kemudian, para CGP memasuki room masing-masing sesuai dengan para Pengajar Praktiknya, disini, kami terus digali, diberi wawasan dan di bekali pengenalan tentang Program, disamping itu kita di beri kesmpatan untuk saling mengenali tentang ati diri masing-masing , apa yang belum dan sudah ada pada diri saya (dengan cara mengerjakan LK yang diberikan pada kegiatan tersebut), kemudian langsung mendiskusikannya. Kegiatan dimulai dengan kesepakatan kelas, kemudian mempresentasikan harapan menjadi CGP. Pengajar Praktik kami adalah Bapak Sofyan Utiarahman, S.Pd, M.Pd beliau memandu mampu membuat suasana yang menyenangkan sehingga kami tidak bosan. Kurang lebih selama dua minggu, kami belajar mandiri melalui LSM yang dirancang dengan sangat "friendly", sehingga para CGP tidak susah untuk mengeksplore fitur-fitur yang ada di dalam LMS itu sendiri. Kegiatan demi kegiatan dilaksanakan hingga kami diharuskan membuat karya berupa demonstrasi konstektual
Setelah dilakukan Kegiatan Lokakarya di lanjutkan dengan kegiatan Elaborasi Pemahaman yang dilaksnaakan Jum'at tgl 9 September 2022 dengan instruktur Muhammad Passalawongi melalui g-meet Bapak Instruktur memberikan penyegaran kepada kami para calon guru penggerak pemahaman tentang Konsep Filosofi Ki Hajar Dewantara yang diterapkan pada pembelajaran yang di hubungan dengan Konteks Sosial Budaya yang terdapat di daerah kami Gorontalo khusunya di Kabupaten Boalemo dengan tujuan agar peserta didik mampu memahami tentang sosial budaya di daearah mereka .
2. Feeling
Selama kurang lebih dua minggu saya menjadi CGP, banyak sekali hal yang saya rasakan. Hatu, senang, galau, bahagia, semua bercampur baur dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini. Keseluruhan perasaan tersebut saya ibaratkan juga denga napa yang dialami oleh murid-murid saya. Betapa KHD mengangkat bahwa kita harus memanusiakan manusia, sehingga murid dapat mencapai kodrat alam, namun juga tetap selalu membuka mata untuk setiap hal positif di luaran sana (kodrat zaman) sehingga anak didik kita dapat merasakan kebahagiaan dan keselamatan sejati.
3. Finding/ Menemukan
Setelah Pelaksanaan kegiatan ini, apa yang saya fikirkan dan saya takutkan , benar-benar saya alami. Saya menemukan dan menikmati sendiri bahwa dalam pelaksanaan program ini banyak sekali pelajaran berharga Banyak sekali yang saya dapatkan, mulai dari ilmu, bertemu dengan sahabat-sahabat yang luar biasa, bertemu dengan Instruktur Hebat, Para Pengajar Praktik yang super dan lebih utama terjalin silaturahmi yang kuat antar pendidik di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Program Guru Penggerak angkatan 6,Sementara untuk memahami ataupun menjalankan pemikiran-pemikiran KHD kepada peserta didik hanya bisa di pelajari dan didapatkan secara mendalam di Program Guru Penggerak. Pemikiran dari KHD yang menurut saya tidak akan di dimakan usia artinya tidak akan pudar dan ini akan menjadi panduan bagi pendidik untuk menerapkan Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan hal ini pula selaras dengan Kurikulum Merdeka yang saat ini sedang di jalani saat ini .
" Ing ngarso sung tulodo (Di depan menjadi teladan) Ing Madya Mangun karso (Di tengah memberi semangat) Tut Wuri Handaya ( Dibelakang memberi dorongan)
4. Future ( Tinak lanjut kedepan )
Ketika Kita mampu memahami dan menjalankan ataupun menerapkan Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan sebaik-baiknya maka saya akan menerapkan baik sebagian ataupun secara keselurhan karena saya sadari bahwa dalam menerapkan hal baru itu bukan hal yang mudah oleh karena itu pelaksanaanya akan di lakukan secara perlahan-lahan, disamping diterpakna kepada peserta didik akan saya terapkan juga pada teman sejawat, dan kepada masyarakat dalam hal ini orang tua siswa atau komite, pemahaman danpemikiran KHD selaykanya harus di ketahui atau di pahami oleh seluruh staekholder yang terdapat di lingkungan sekolah sebab pelaksanaan satu program harus melibatkan semua unsur terkait. Dengan adanya Kolaborasi yang baik antar pihak maka saya yakin bahwa penerapan Filosofi Pendidikan KHD akan terwujud, dan kita sebagai Pendidik akan merubah pola pemikiran kita dalam mendidik dalam pengajaran menyertai kata " MENUNTUN" tetapi kita harus memiliki prinsip yang kuat belajar- dan belajar belajar sepanang hayat.
Salam Sehat .. Salam Guru Penggerak !!!!
2. Feeling
3. Finding
4. Future
Model 1: 4F (Facts,
Feelings, Findings, Future)
4F merupakan model refleksi
yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P,
dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada
saat penulisan jurnal):
1.
Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu
ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya
alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama
proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi
kendala tersebut?
2.
Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung?
Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal
yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut.
3.
Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa
hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?
4. Future (Penerapan): Apa yang
bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa
depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa
ini?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar