Pengelolaan Laboratorium

SELAMAT DATANG DI YULIAS BLOG

Kamis, 18 Agustus 2016



1.      Karya  Yuliana Podungge , S.Pd
Laporan Best Practice
 Pengalaman Belajar saat mengikuti kegiatan  sebagi  peserta Training Course on Science Laboratory Management yang  diselenggarakan oleh SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science pada tanggal 5-14 Mei 2015, di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) Jl. Diponegoro No. 12  Bandung.
(Tulisan Best Practice dalam Bentuk Narasi Deskriptif)

Selasa, 24/11/2015
Ketika Berbagai Macam Rasa Menyatu Dalam Satu Keinginan Untuk Maju
Siswa merupakan sekolompok masyarakat terpelajar dimana mereka memiliki Hati dan fikiran, Hati dan fikiran  para siswa laksana api yang setiap hari harus dinyalakan agar semangat dan motivasi belajar mereka tak pernah pudar ataupun padam di ruang kelas. Sebagai seorang guru, saya harus punya cara, agar di setiap kelas yang saya kunjungi, api itu dapat kunyalakan sehingga cahaya hari itu bisa menjadi cahaya penerang untuk hari esok mereka.
Setiap pagi, saya berjumpa dengan murid-muridku di sekolah, mereka menyapaku dengan senyum ramah dan selalu menyalamiku. Senyum dan keramahan mereka ibarat segelas teh manis ternikmat yang selalu kucicipi setiap pagi. Saya senang melihat keramahan mereka dan sudah pasti sayapun sangat menyayangi mereka. Tetapi ada perasaan berdosa dalam diri saya terhadap mereka, betapa tidak? selama ini prestasi mereka tidak begitu baik, tidak menggembirakan dan tidak membanggakan bagi saya dan pasti juga mereka. Secara rata-rata, nilai mereka setiap ulangan harian selalu banyak yang kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Saya malu pada diri sendiri,”Ya Allah , apa yang harus kuperbuat? ” keluhku dalam hati. Padahal menurutku, saya telah berusaha mengajar semaksimal mungkin sesuai dengan tugas dan kewajiban sebagai seorang guru. Saya datang dan mengajar setiap hari, untuk mengasah kemampuan mereka saya memberinya tugas, memberi pekerjaan rumah (PR), memberi latihan soal, memberikan remedial untuk yang nilainya kurang dari KKM dan itu sudah saya lakukan semuanya. Di kelas, saya bagaikan pengkhotbah ulung, saya mengajar mereka dengan ceramah yang materinya sudah saya hapal betul, karena dari tahun ke tahun hanya itu dan itu yang saya sajikan, seperti siaran ulang di TV, yang berbeda hanya pemirsanya saja. Saya berusaha menggunakan metode yang berbeda dengan harapan akan terjadi perubahan nilai dan kemampuan mereka, terjadi perubahan skill mereka tetapi hasilnya masih sama. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), saya telah menyiapkannya di awal tahun pelajaran. Tapi mengapa nilai  ulangan harian dan prestasi anak-anakku hampir selalu tidak ada perubahan kearah yang lebih baik? padahal setiap saya selesai menyampaikan materi pembelajaran di kelas, saya selalu bertanya pada mereka, “Apa kalian susah mengerti?” merekapun menjawabnya, “Iya,“ lalu saya bertanya lagi, “Ada yang mau bertanya?” merekapun diam, tak ada yang bertanya, bukankah itu bukti bahwa mereka sudah paham dengan apa yang saya ajarkan? lagi-lagi saya merasa aneh, ketika ulangan harian, mendapati nilai mereka banyak yang kurang dari KKM. “Hmm..., sepertinya mereka jarang belajar di rumahnya, makanya nilainya selalu kecil,” itu kesimpulanku. Pernah kepada beberapa sesama rekan guru saya bertanya tentang kondisi siswa di sekolah kami, ternyata hampir semua guru sama mengeluhkan kondisi riil yang relatif sama. “Ya sudahlah, kalau begini bukan salah kita, karena tugas kita mengajar di sekolah sudah kita lakukan, soal belajar di rumah, itu ‘kan tanggung jawab orang tua dan mereka masing-masing,” kata salah seorang rekan guruku. Saya hanya diam tak berkomentar, tetapi tetap saja ada yang mengganjal di hati saya, dan ini sudah lama saya rasakan.
            Dalam Perasaan yang selalu bergejolak itu saya berusaha untuk bisa menumukan jawaban ataupun solusi, lagi-lagi hanyalah jalan buntu yang saya temui, tetapi dalam kekalutan dan kebuntuan fikiran saya punya satu tekad agar suatu saat saya bisa memperoleh jalan yang semestinya bisa saya lalui bersama dengan siswa sehingga tujuan pembelajaran yang sudah diprogramkan akan tercapai… amin, masih dalam kekalutan dan kebingungan saya mendapat telpon dan sms dari teman . Setelah saya terima telpon  dan baca  SMS teman,  saya menemukan satu titik harapan semoga ini merupakan awal dari keinginan saya.
Telepon dan SMS dari   teman
Suatu hari saya menerima telepon dan sms  dari teman yang mengajar di SMPN 2 Telaga Biru , Wati baderan namanya. Saya biasa menyapanya  dengan sebutan “Tiu” yang singkatan dari wati dan merupakan panggilan sayang terhadapnya, Wati adalah salah seorang teman akrab saya teman SMA saat duduk dibangku SMA Negeri 3 Gorontalo, beliau juga adalah  teman Kuliah  ketika kuliah di STKIP  Gorontalo yang sekarang sudah menjadi UNG  sekitar tahun 1994-1999, Wati Baderan meminta  saya agar membuka situs website dari Seameo Regional Centre Qitep Science , dimana pada situs tersebut ada kegiatan pelatihan tentang Training Course on Science Laboratory Management yang diselenggarakan oleh P4TKIPA Bandung Jawa Barat yang merupakan kerjasama Negara-Negara se ASEAN. 
Dengan perasaan yang penuh kebingungan saya masuk ke situs yang sudah disebutkan alamatnya, tanpa piker panjang saya sudah masuk diawali dengan menuliskan email sama paswordnya…. Tetapi saat saya buka perintah ataupun instruksinya menggunakan bahasa inggris  Oh My Good (OMG) begitu keluh saya dalam hati tetapi sifatnya manusia yang punya rasa ingin tahu apa dan bagaimana kelanjutanya saya terus mengikutinya walaupun saya menggunakan bantuan mbah geogle terjemahan (geogle translate) Dan sampai akhirnya saya sudah mengisi format biodata semuanya diisi tanpa perasaan ragu, saya terus mngikuti perintah yang tertera dalam situs tersebut, saya diminta melengkapi semua persayaratan,dimana persayaratan yang saya buat semunya dalam bahasa inggris ,  sekali lagi saya terus menggunakan jasa mbah geogle… walaupun pada dasarnya bahasa inggris saya seperti kata teman saya Ismiati Gaga, S.Pd bahwa bahasa saya tidak sesuai structure ataupun sintaksnya , tetapi saya tanamkan dalam diri saya bahwa bahasa inggris bukanlah bahasa nenek moyang kita so… jangan malu mengungkapkan dan menggunaknya  yang penting bahasa tersebut bisa dipahami oleh lawan bicara, kita menggunakan body language yang bisa dipahami ini saya kutip dari Bpk” Hi. Endang Puluhulawa, M.Si yang pernah menjadi fasilitator pada IHT semasa SMPN1 Tilamuta masih berstatus RSBI  itu yang menjadi motivasi  saya sehingga degan modal itu saya bisa lolos seleksi untuk peserta untuk  mengikuti kegiatan tersebut, yang diakhiri dengan tes Interview masih tetap menggunakan bahasa internasional, tetapi yang kali ini saya tidak bisa menggunakan bantuan mbah geogle sebab  interviewnya  langgsung via phone . 
Setelah semua persiapan selesai dan rampung,  saya berangkat menuju ke lokasi pelatihan Di Jawa Barat Bandung tepatnya di P4TKIPA masih tetap diselimuti oleh perasaan yang begitu campur aduk tetapi dengan satu tekad saya harus bisa walaupun hanya dengan modal pas-pasan… sampailah ketempatnya saya cek in di lokasi pukul 14.00 waktu Bandung, setelah menyerahkan semua persayaratan saya disarankan oleh panitia untuk menuju ke ruangan Opening yang akan dibuka pukul 15.00 waktu setempat.
Saat saya masuk saya langsung disapa oleh salah seorang partisipan dari Cambodia namanya Monirath… sapaanya… Hy…. Nice to meet You…. Kalo sapan seperti ini kecill fikir saya … terus disambung lagi where do you come from… masih bisa diatasi… and percakapan berlangsung… saya melihat sekeliling ternyata terdapat 5 orang dari Negara Asean yang dimana semua peserta menggunakan bahasa Internasional…  nafas saya sesaat terhenti… OMG…. Saya mendesah dalam hati ..hmmmmmmm…hmmmm.benarkah ini yang akan terjadi 10 hari kedepan selama saya berada di lokasi kegiatan????  Saya menarik nafas dalam-dalam kemudian saya berkata dalam hati “ saya harus bisa, saya  tidak bisa memalukan daerah saya sebab dari Gorontalo hanya saya sendiri sementara teman-teman lain setiap propinsi ada 2 atau 3 orang… saya berfikir kenapa mereka bisa saya tidak?.... tetapi saya bersyukur walaupun inggris saya KW  mungkin tapi alhamdullh tidak banyak hambatan yang saya alami, saya mengalami hal yang berat kira-kira hanya 1-2 hari saja setelah itu saya sudah enjoy… saya sudah bisa mengatasinya, saya sudah mampu berkomunikasi dengan mereka walaupun tidak sebaik teman-teman dari propinsi lain .
Tak terasa Jadwal pelatihan sudah berlangsung 10  hari, sudah banyak yang saya peroleh, Manfaat antara lain :
1.      Saya mendapat teman baru yang berasal dari Negara Asean
2.      Saya bisa mengasah kemampuan berbahasa saya dengan baik walaupun belum sebaik teman yang lain
3.      Saya menambah wawasan saya tentang managemen Lab yang baik
4.      Saya bisa masuk ke ITB dan belajar disana
5.       Saya bisa berbagi pengalaman dengan teman dari berbagai propinsi bahkan dari beberapa Negara Asean tentang masalah yang saya hadapi sehingga saya mendapat masukan bagaimana seharusnya mengatasi masalah yang saya alami
Saatnya saya Back to activities place dan saya berusaha menerapkan apa yang pernah saya peroleh  selama kegiatan ataupun hasil sharing dari teman-teman tentang bagaimana selayaknya kita memperlakukan siswa sehingga pembelajaran yang kita laksanakan akan menyenangkan dan kita akan menjadi guru yang dirindukan  saya mengharapkan bahwa    anak didik saya pun akan bisa berbuat seperti layaknya seorang masyarakat terdidik (siswa) yang berada di kota-kota besar ataupun siswa yang ada di Negara Asean. Walaupun kultur dan budaya kita berbeda dengan kultur dan budaya mereka tetapi minimal kita bisa memperlakukan mereka seperti layaknya seorang siswa sehingga dengan demikian Tujuan Pembelajaran akan bisa tercapai.
Berdasarkan pengalaman beajar yang saya peroleh selama 10 hari di P4TKIPA terdapat beberapa kesimpulan yang ingin saya bagi ke teman-teman semua
A)    Tanamkan rasa percaya diri (confidence) 
B)    Selalu berusaha dan membuka diri terhadap kritikan dan masukan teman (menerima saran dan pendapat teman)
C)    Terus Belajar-dan belajar ( belajar sepanjang hayat)
D)    Berusahalah untuk bisa menguasai dunia dengan cara menguasai bahasa internasional (Bahasa Inggris)
E)     Jadikanlah  berbagai macam Rasa  itu akan  menyatu dalam satu keinginan untuk  bisa maju
Demikian laporan best practice saya tentang pengalaman belajar selama 10 hari mejadi peserta Training Course on Science Laboratory Management yang  diselenggarakan oleh SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science dan P4TKIPA  Bandung.