Pengelolaan Laboratorium

SELAMAT DATANG DI YULIAS BLOG

Kamis, 05 November 2020

PENGALAMAN INDAH   SAAT  INOVASI  DALAM PROSES PEMBELAJARAN

            Belajar merupakan suatu proses atau kegiatan yang dilakukan seseorang untuk dapat mengetahui sesuatu yang belum pernah mereka ketahui sehingga orang tersebut akan benar-benar mengerti atau mengetahuinya. Dalam proses belajar tentunya bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan ketekunan dan keseriusan dalam mengerjakannya, begitu juga dengan diri saya yang saat ini berprofesi sebagai guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Provinsi Gorontalo, dalam melaksanakan pekerjaan saya selama ini baru lulus. kewajiban saja, itulah yang selalu ada di pikiran saya sepanjang waktu dan berusaha keras agar saya bisa melakukan pekerjaan saya secara bertanggung jawab                  dimana semua yang saya lakukan sesuai dengan kaidah kurikulum, dalam proses mengajar saya mengajar sesuai dengan keterampilan yang saya miliki saat ini dengan keterampilan IT yang sesuai . Namun seiring berjalannya waktu saya mengalami kejenuhan dalam melakukan rutinitas yang begitu saja yang bisa dikatakan masih berupa pendidikan konvensional.     

    Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dimana terdapat objek dan mata pelajaran sehingga pada kesimpulannya pembelajaran dapat bermakna sebagai suatu proses    pembelajaran pembelajaran  adalah suatu sistem yang terdiri dari unsur manusia, bahan, fasilitas, peralatan, dan prosedur yang mempengaruhi pencapaian tujuan. belajar. Manusia yang terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan personel lainnya, seperti personel laboratorium. Bahan termasuk buku, papan tulis dan kapur, fotografi, slide dan film, kaset audio dan video, dan bahan lainnya (Oemar Hamalik, 1999, dalam Hera Lestari Mikarsa 2007: 7.3)   

Rumusan makna pembelajaran mengandung sinyal bahwa proses pembelajaran merupakan  kegiatan penyampaian ilmu pengetahuan dari seorang pendidik kepada peserta didiknya,  tidak terbatas dilaksanakan di dalam ruangan saja, tetapi dapat dilaksanakan dimana saja dengan membaca buku, informasi melalui film, koran, televisi, internet. untuk organisasi dan interaksi sebagai komponen yang saling berhubungan, untuk mendidik peserta didik.

                Pendidikan konvensional masih lebih menitikberatkan pada cara menghafal dan bagaimana mendapatkan informasi atau pengetahuan hanya   dari guru  atau   melalui satu arah, guru kolom selalu menjelaskan dan meminta siswa untuk dapat memahami tanpa memperhatikan pola pikir  peserta didik, tanpa memikirkan kemampuan peserta didik dalam mengolah informasi yang diterima,  guru tidak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengolah materi yang disajikan    

Pendidikan Konvensional masih sangat menjunjung tinggi   peran utama  Guru dalam proses pembelajaran sebagai   satu-satunya sumber pengetahuan bagi peserta didik,  selain itu materi masih disajikan dalam bentuk penyampaian sepihak masih bersumber dari sumber standar saja dimana siswa hanya berperan sebagai penerima   dan  bukan sebagai pengolah,   dan hal inilah yang menyebabkan peserta didik tidak mampu mengembangkan keterampilan yang dimilikinya karena dibatasi oleh hak seorang guru.

                Guru masih memiliki kewenangan penuh   atas proses pembelajaran dan mengedepankan ilmu yang harus dikuasai peserta didik  untuk kemudian hal ini akan menjadi bahan ujian bagi   peserta didik, dapat disimpulkan pembelajaran masih pasif, peserta didik belum diberi ruang untuk berinovasi dan bekerja keras. dalam proses   pembelajaran di kelas. 


Proses pengajarannya masih menggunakan Paradigma Lama

Pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher-centered learning)


                    


Dalam mengimplementasikan Inovasi Pembelajaran  tentunya   bagi saya pribadi   masih banyak    kendala,   seperti yang sudah   saya jelaskan diatas bahwa kemampuan IT saya hanya sebatas menyalakan dan   mematikan Laptop saja, saya masih sangat malas dalam mengoperasikan berbagai aplikasi yang   sudah hampir sebagian guru di Indonesia sudah. tetapi tidak sangat akrab dengan saya,    dengan   alasan bahwa kesediaan saya untuk berinovasi sekitar waktu yang lama berkurang tapi   selalu dalam bayangan gelap   oleh   rasa takut salah,   selalu dalam   pikiran saya   jika saya inivasi bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran   Apakah tidak ada konsekuensi negatif yang bisa saya dapatkan atau   saya hadapi ????   Perasaan seperti ini selalu membayangi   saya, sehingga pada suatu saat   saya   ditawari oleh seorang teman untuk mengikuti berbagai kegiatan pelatihan baik    lokal maupun di tingkat Nasional, awalnya saya tidak berani melakukannya tetapi karena perubahan dan perubahan Kurikulum yang berubah yang bertujuan untuk dapat memberikan ilmu dan pemahaman bahwa setiap guru harus selalu dapat megupate pemahamannya terutama dalam hal pemahaman penggunaan Aplikasi demi kelancaran proses pembelajaran dan   guru dituntut untuk selalu berinovasi.

Berdasarkan uraian di atas, sekarang saatnya bagi saya untuk memikirkan  bagaimana   seharusnya proses pembelajaran berlangsung dalam dunia pendidikan saat ini,  karena pendidikan kini memasuki   ERA   DIGITAL.  Menghadapi era digital  saat ini sudah saatnya merubah paradigma proses pembelajaran kita menjadi proses yang penuh dengan cara sehingga apa yang kita lakukan akan efektif bagi peserta didik dan mudah dipahami bahkan  diterapkan,  ini bukti  kerjasama antara guru dan peserta didik. dalam menunjang proses pembelajaran   agar apa tujuan pembelajaran atau tujuan pendidikan dapat tercapai, namun kita harus mampu beradaptasi.  dengan perkembangan usia peserta didik.

Dalam Menerapkan Proses   Pembelajaran   seperti yang diharapkan  di Era   Digitall saat ini   baik guru maupun peserta didik   dapat belajar  dengan menggunakan berbagai sumber, namun hal tersebut tergantung dari guru dan peserta didik itu sendiri, selain itu guru harus dapat menemukan berbagai model dan pendekatan   dalam proses pembelajaran tersebut. proses pembelajaran berjalan efektif   dan efisien.

Dengan tuntutan dan kebutuhan  yang diharapkan agar semua guru mampu melakukan inovasi   guna mencapai tujuan Pendidikan,   oleh karena itu saya   merasa terpanggil   untuk dapat melakukan inovasi pembelajaran dalam   pelaksanaan tugas keseharian saya. Namun ini tidak semudah membalikkan telapak tangan yang begitu mudah dilakukan sesuai keinginan.

Dalam menerapkan proses pembelajaran yang modern dalam hal ini dituntut guru selalu berinovasi    bagi saya pribadi   masih sangat banyak kendala,   seperti yang sudah   saya jelaskan di atas bahwa kemampuan IT saya hanya sebatas menyalakan dan   mematikan Laptop saja, saya masih sangat malas dalam mengoperasikan berbagai aplikasi itu. memang   hampir semua guru di Indonesia sudah sangat familiar, namun mereka tidak dengan saya, oleh   karena itu keinginan saya untuk berinovasi sudah ada sejak lama, namun saya selalu dibayang-bayangi oleh   rasa takut salah yang selalu ada di   benak saya jika saya melakukan ini.  Apakah tidak ada konsekuensi negatif yang bisa saya dapatkan atau saya temukan ???? Perasaan seperti ini selalu membayangi saya, sehingga pada suatu saat saya ditawari oleh seorang teman untuk mengikuti berbagai kegiatan pelatihan baik lokal maupun di tingkat Nasional, awalnya saya tidak berani melakukannya tetapi karena perubahan dan perubahan Kurikulum yang berubah yang bertujuan untuk dapat memberikan ilmu dan pemahaman bahwa setiap guru harus selalu dapat megupate pemahamannya terutama dalam hal pemahaman tentang penggunaan Aplikasi untuk kelancaran proses pembelajaran. 

Dalam memulai suatu proses tentunya membutuhkan komitmen yang  kuat,    agar apa yang menjadi tujuan kita tercapai, dan   komitmen inilah yang menjadi landasan bagi saya untuk melakukan terobosan atau inovasi  dalam proses pembelajaran. Namun dalam perjalanan menuju prosesnya   ada beberapa hal yang   menurut saya   sangat menarik untuk diangkat ke permukaan untuk menjadi masukan bagi teman-teman untuk selalu berinovasi walaupun hanya sedikit jika kita tidak memulainya dari sekarang. Menurut saya, ada beberapa hal yang menarik dalam penerapan inovasi pembelajaran  :

1.        Niat dan keinginan yang kuat

Niat adalah wujud keinginan kita untuk dapat mencapai sesuatu yang  ingin kita capai, serta apa yang dilakukan seperti:

·         Mengubah cara mengajar dari konvensional    ke modern yang   cara 

·         Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menemukan kebenaran teori tersebut

·         Memberikan   kesempatan kepada peserta didik untuk mengasah kemampuan motoriknya   

                                        
  


                                       

1.        Menerapkan ide

 

Ide   dari metode pembelajaran kreatif mempunyai 2 arti   yaitu: Pembelajaran yaitu pembelajaran   yang kreatif dan kreatif,    perbedaan antara kedua kata   tersebut ada pada   objek yang dilakukan oleh guru, Pembelajaran Kreatif mengutamakan peran guru dalam membuat proses pembelajaran di kelas menarik bagi peserta. belajar , lebih efektif dan menggunakan pendekatan imajinatif, sedangkan pembelajaran Kreatif menekankan pada kemampuan               guru dalam mengidentifikasi kreativitas peserta didiknya, memperkuat kreativitas mereka dan memberi mereka kesempatan untuk mewujudkannya. Pendekatan proses pembelajaran kreatif akan sangat religius jika diterapkan dalam dunia pendidikan kita, mengingat demograi dan kondisi daerah masing-masing. Dan juga   harus menyesuaikan   dengan usia peserta didik, tentunya kreativitas anak SD akan berbeda dengan kreativitas anak SMP atau SMA bahkan anak SMK, disini peran seorang guru di setiap jenjang pendidikan dapat menyesuaikan metode, model pembelajaran kreatif atau pembelajaran kreatif bagi peserta didik masing-masing.

 Nah untuk implementasi kedua hal diatas di sekolah saya, dilakukan dengan berbagai metode langkah awal dilakukan untuk mengetahui karakteristik masing-masing peserta didik tentang kemauan, bakat dan minat belajar sehingga kita dapat dengan mudah menerapkan konsep tersebut. Maka dari itu sangatlah mudah bagi kita untuk Berinovasi dalam proses pembelajaran walaupun dasar implementasi dari Inovasi yang telah saya lakukan masih belum maksimal namun suatu kebanggaan saya telah berusaha dapat berinovasi untuk mendukung program pemerintah dan menyukseskan tujuan pendidikan sekaligus didorong di Era Digital.                            

Semoga penyampaian  materi ini akan bisa bermanfaat.. aamiin 



                                                                                              Gorontalo,    November 2020                                                               



Rounded Rectangle: Literasi oleh pelajar







Selasa, 09 Juli 2019


Penghargaan dan Perlindungan  Profesi bagi Guru
By: Yuliana Podungge, S.Pd

Bab I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Guru merupakan salah satu profesi yang oleh sebagian kalangan masih dianggap sepeleh dan hanya pekerjaan yang biasa saja, bahkan mereka mengaggap bahwa siapa saja bisa melakukan pekerjaan itu  (Mengajar)  sebab ini sesuai dengan pengalaman pribadi saya,  dimana orang- orang disekitar  sekolah tempat saya mengajar masih  beranggapan bahwa sorang guru tidak perlu  perlindungan dan penghargaan seperti layaknya pegawai lainya dalam hal ini  pegawai di lingkungan  pemerintah  Daerah ataupun  pejabat-pejabat lain,  pada saat ada seorang guru yang bermasalah  dan membutuhkan perlindungan  mereka menggap hal yang biasa bahkan tidak respon, ada yang sampai di jatuhi hukuman, hal ini memang  sangat  miris  dengan tugas dan tanggung jawab seorang guru.
Ini yang menjadi dasar saya untuk membuat satu tulisan dengan harapan tulisan ini akan bisa memberikan penjelasan kepada mereka ( peserta didik, orang tua  bahkan masyarakat lain )  bahwa profesi guru adalah profesi yang perlu dibanggakan, profesi yang mulia, profesi yang butuh penghargaan dan perlindungan,  sebab  guru dikatakan sebagai seorang pendidik yang mempunyai tugas dan fungsi antara lain : 1) Mendidik, 2) mengajar, 3) membimbing,  hingga Mengevaluasi peserta didik, dari berbagai tugas dan tanggung jawab  seorang guru yang  disebut  dengan  pendidik  yang memegang peranan  penting demi terciptanya tujuan pendidikan Nasional  yang dewasa ini lebih diarahkan pada pendidikan Karakter.
B.     Rumusan masalah
1.      Definisi Penghargaan dan perlindungan profesi guru ?
2.      Apa Latar belakang pentingnya penghargaan dan perlindungan guru?
3.        Dalam bentuk apa perlindungan yang diberikan bagi profesi guru ?
C.     Tujuan
1.      Mengetahui Penghargaan dan perlindungan profesi guru .
2.        Mengetahui Latar belakang pentingnya penghargaan dan perlindungan guru.
3.       Dapat Mengetahui bentuk perlindungan apa saja yang diberikan bagi  profesi guru.
BAB II
PEMBAHASAN

 Perlindungan  dan penghargaan Guru dalam Profesinya Secara Yuridis, Abduhzen (2008) mengemukakan bahwa sebagai sebuah profesi, dalam bekerja guru memerlukan jaminan dan perlindungan perundang-undangan dan tata aturan yang pasti. Hal ini sangat penting agar para guru  selain memperoleh  rasa aman, juga memiliki kejelasan tentang hak dan kewajibannya, apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan, serta apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pihak lain kepada mereka, baik sebagai manusia, sebagai  pendidik, dan  sebagai  pekerja ilmiah.
Adapun jenis penghargaan dan perlindungan guru terbagi atas :
1.        Perlindungan hukum.
Perlindungan hukum mencakup perlindungan atas tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil.
2.        Perlindungan hukum mencakup perlindungan atas tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil.
3.        Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
Perlindungan ini mencakup perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan kerja atau resiko lain.
Sesuai dengan paparan dan penjelasan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa
makna Penghargaan dan perlindungan guru menurut penulis adalah  suatu penghargaan yang diberikan kepada guru (Materi atau non materi) dan kegiatan melindungi guru dari hal-hal tertentu yang menyebabkan kegiatan guru  dalam melakukan aktivitas  kegiatan keguruannya menjadi tidak terganggu,   perlindungan dan peghargaan  terhadap profesi guru   masih  banyak  yang  belum bisa merasakan  adanya perlindungan dan penghargaan,  oleh karena itu saya merasa bahwa hal ini perlu disosialisasikan agar orang tua dan  peserta didik mengetahui hal ini,  sehingga dukungan orang tua terhadap  peserta didik akan sejalan dengan minat peserta didik untuk menjadi seorang pendidik yang kelak akan mewujudkan  cita-cita dan tujuan pendidikan  Nasional serta dapat meningkatkan Harkat dan martabat Pendidikan di Indonesia yang berkarkter.

Kamis, 18 Agustus 2016



1.      Karya  Yuliana Podungge , S.Pd
Laporan Best Practice
 Pengalaman Belajar saat mengikuti kegiatan  sebagi  peserta Training Course on Science Laboratory Management yang  diselenggarakan oleh SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science pada tanggal 5-14 Mei 2015, di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) Jl. Diponegoro No. 12  Bandung.
(Tulisan Best Practice dalam Bentuk Narasi Deskriptif)

Selasa, 24/11/2015
Ketika Berbagai Macam Rasa Menyatu Dalam Satu Keinginan Untuk Maju
Siswa merupakan sekolompok masyarakat terpelajar dimana mereka memiliki Hati dan fikiran, Hati dan fikiran  para siswa laksana api yang setiap hari harus dinyalakan agar semangat dan motivasi belajar mereka tak pernah pudar ataupun padam di ruang kelas. Sebagai seorang guru, saya harus punya cara, agar di setiap kelas yang saya kunjungi, api itu dapat kunyalakan sehingga cahaya hari itu bisa menjadi cahaya penerang untuk hari esok mereka.
Setiap pagi, saya berjumpa dengan murid-muridku di sekolah, mereka menyapaku dengan senyum ramah dan selalu menyalamiku. Senyum dan keramahan mereka ibarat segelas teh manis ternikmat yang selalu kucicipi setiap pagi. Saya senang melihat keramahan mereka dan sudah pasti sayapun sangat menyayangi mereka. Tetapi ada perasaan berdosa dalam diri saya terhadap mereka, betapa tidak? selama ini prestasi mereka tidak begitu baik, tidak menggembirakan dan tidak membanggakan bagi saya dan pasti juga mereka. Secara rata-rata, nilai mereka setiap ulangan harian selalu banyak yang kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Saya malu pada diri sendiri,”Ya Allah , apa yang harus kuperbuat? ” keluhku dalam hati. Padahal menurutku, saya telah berusaha mengajar semaksimal mungkin sesuai dengan tugas dan kewajiban sebagai seorang guru. Saya datang dan mengajar setiap hari, untuk mengasah kemampuan mereka saya memberinya tugas, memberi pekerjaan rumah (PR), memberi latihan soal, memberikan remedial untuk yang nilainya kurang dari KKM dan itu sudah saya lakukan semuanya. Di kelas, saya bagaikan pengkhotbah ulung, saya mengajar mereka dengan ceramah yang materinya sudah saya hapal betul, karena dari tahun ke tahun hanya itu dan itu yang saya sajikan, seperti siaran ulang di TV, yang berbeda hanya pemirsanya saja. Saya berusaha menggunakan metode yang berbeda dengan harapan akan terjadi perubahan nilai dan kemampuan mereka, terjadi perubahan skill mereka tetapi hasilnya masih sama. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), saya telah menyiapkannya di awal tahun pelajaran. Tapi mengapa nilai  ulangan harian dan prestasi anak-anakku hampir selalu tidak ada perubahan kearah yang lebih baik? padahal setiap saya selesai menyampaikan materi pembelajaran di kelas, saya selalu bertanya pada mereka, “Apa kalian susah mengerti?” merekapun menjawabnya, “Iya,“ lalu saya bertanya lagi, “Ada yang mau bertanya?” merekapun diam, tak ada yang bertanya, bukankah itu bukti bahwa mereka sudah paham dengan apa yang saya ajarkan? lagi-lagi saya merasa aneh, ketika ulangan harian, mendapati nilai mereka banyak yang kurang dari KKM. “Hmm..., sepertinya mereka jarang belajar di rumahnya, makanya nilainya selalu kecil,” itu kesimpulanku. Pernah kepada beberapa sesama rekan guru saya bertanya tentang kondisi siswa di sekolah kami, ternyata hampir semua guru sama mengeluhkan kondisi riil yang relatif sama. “Ya sudahlah, kalau begini bukan salah kita, karena tugas kita mengajar di sekolah sudah kita lakukan, soal belajar di rumah, itu ‘kan tanggung jawab orang tua dan mereka masing-masing,” kata salah seorang rekan guruku. Saya hanya diam tak berkomentar, tetapi tetap saja ada yang mengganjal di hati saya, dan ini sudah lama saya rasakan.
            Dalam Perasaan yang selalu bergejolak itu saya berusaha untuk bisa menumukan jawaban ataupun solusi, lagi-lagi hanyalah jalan buntu yang saya temui, tetapi dalam kekalutan dan kebuntuan fikiran saya punya satu tekad agar suatu saat saya bisa memperoleh jalan yang semestinya bisa saya lalui bersama dengan siswa sehingga tujuan pembelajaran yang sudah diprogramkan akan tercapai… amin, masih dalam kekalutan dan kebingungan saya mendapat telpon dan sms dari teman . Setelah saya terima telpon  dan baca  SMS teman,  saya menemukan satu titik harapan semoga ini merupakan awal dari keinginan saya.
Telepon dan SMS dari   teman
Suatu hari saya menerima telepon dan sms  dari teman yang mengajar di SMPN 2 Telaga Biru , Wati baderan namanya. Saya biasa menyapanya  dengan sebutan “Tiu” yang singkatan dari wati dan merupakan panggilan sayang terhadapnya, Wati adalah salah seorang teman akrab saya teman SMA saat duduk dibangku SMA Negeri 3 Gorontalo, beliau juga adalah  teman Kuliah  ketika kuliah di STKIP  Gorontalo yang sekarang sudah menjadi UNG  sekitar tahun 1994-1999, Wati Baderan meminta  saya agar membuka situs website dari Seameo Regional Centre Qitep Science , dimana pada situs tersebut ada kegiatan pelatihan tentang Training Course on Science Laboratory Management yang diselenggarakan oleh P4TKIPA Bandung Jawa Barat yang merupakan kerjasama Negara-Negara se ASEAN. 
Dengan perasaan yang penuh kebingungan saya masuk ke situs yang sudah disebutkan alamatnya, tanpa piker panjang saya sudah masuk diawali dengan menuliskan email sama paswordnya…. Tetapi saat saya buka perintah ataupun instruksinya menggunakan bahasa inggris  Oh My Good (OMG) begitu keluh saya dalam hati tetapi sifatnya manusia yang punya rasa ingin tahu apa dan bagaimana kelanjutanya saya terus mengikutinya walaupun saya menggunakan bantuan mbah geogle terjemahan (geogle translate) Dan sampai akhirnya saya sudah mengisi format biodata semuanya diisi tanpa perasaan ragu, saya terus mngikuti perintah yang tertera dalam situs tersebut, saya diminta melengkapi semua persayaratan,dimana persayaratan yang saya buat semunya dalam bahasa inggris ,  sekali lagi saya terus menggunakan jasa mbah geogle… walaupun pada dasarnya bahasa inggris saya seperti kata teman saya Ismiati Gaga, S.Pd bahwa bahasa saya tidak sesuai structure ataupun sintaksnya , tetapi saya tanamkan dalam diri saya bahwa bahasa inggris bukanlah bahasa nenek moyang kita so… jangan malu mengungkapkan dan menggunaknya  yang penting bahasa tersebut bisa dipahami oleh lawan bicara, kita menggunakan body language yang bisa dipahami ini saya kutip dari Bpk” Hi. Endang Puluhulawa, M.Si yang pernah menjadi fasilitator pada IHT semasa SMPN1 Tilamuta masih berstatus RSBI  itu yang menjadi motivasi  saya sehingga degan modal itu saya bisa lolos seleksi untuk peserta untuk  mengikuti kegiatan tersebut, yang diakhiri dengan tes Interview masih tetap menggunakan bahasa internasional, tetapi yang kali ini saya tidak bisa menggunakan bantuan mbah geogle sebab  interviewnya  langgsung via phone . 
Setelah semua persiapan selesai dan rampung,  saya berangkat menuju ke lokasi pelatihan Di Jawa Barat Bandung tepatnya di P4TKIPA masih tetap diselimuti oleh perasaan yang begitu campur aduk tetapi dengan satu tekad saya harus bisa walaupun hanya dengan modal pas-pasan… sampailah ketempatnya saya cek in di lokasi pukul 14.00 waktu Bandung, setelah menyerahkan semua persayaratan saya disarankan oleh panitia untuk menuju ke ruangan Opening yang akan dibuka pukul 15.00 waktu setempat.
Saat saya masuk saya langsung disapa oleh salah seorang partisipan dari Cambodia namanya Monirath… sapaanya… Hy…. Nice to meet You…. Kalo sapan seperti ini kecill fikir saya … terus disambung lagi where do you come from… masih bisa diatasi… and percakapan berlangsung… saya melihat sekeliling ternyata terdapat 5 orang dari Negara Asean yang dimana semua peserta menggunakan bahasa Internasional…  nafas saya sesaat terhenti… OMG…. Saya mendesah dalam hati ..hmmmmmmm…hmmmm.benarkah ini yang akan terjadi 10 hari kedepan selama saya berada di lokasi kegiatan????  Saya menarik nafas dalam-dalam kemudian saya berkata dalam hati “ saya harus bisa, saya  tidak bisa memalukan daerah saya sebab dari Gorontalo hanya saya sendiri sementara teman-teman lain setiap propinsi ada 2 atau 3 orang… saya berfikir kenapa mereka bisa saya tidak?.... tetapi saya bersyukur walaupun inggris saya KW  mungkin tapi alhamdullh tidak banyak hambatan yang saya alami, saya mengalami hal yang berat kira-kira hanya 1-2 hari saja setelah itu saya sudah enjoy… saya sudah bisa mengatasinya, saya sudah mampu berkomunikasi dengan mereka walaupun tidak sebaik teman-teman dari propinsi lain .
Tak terasa Jadwal pelatihan sudah berlangsung 10  hari, sudah banyak yang saya peroleh, Manfaat antara lain :
1.      Saya mendapat teman baru yang berasal dari Negara Asean
2.      Saya bisa mengasah kemampuan berbahasa saya dengan baik walaupun belum sebaik teman yang lain
3.      Saya menambah wawasan saya tentang managemen Lab yang baik
4.      Saya bisa masuk ke ITB dan belajar disana
5.       Saya bisa berbagi pengalaman dengan teman dari berbagai propinsi bahkan dari beberapa Negara Asean tentang masalah yang saya hadapi sehingga saya mendapat masukan bagaimana seharusnya mengatasi masalah yang saya alami
Saatnya saya Back to activities place dan saya berusaha menerapkan apa yang pernah saya peroleh  selama kegiatan ataupun hasil sharing dari teman-teman tentang bagaimana selayaknya kita memperlakukan siswa sehingga pembelajaran yang kita laksanakan akan menyenangkan dan kita akan menjadi guru yang dirindukan  saya mengharapkan bahwa    anak didik saya pun akan bisa berbuat seperti layaknya seorang masyarakat terdidik (siswa) yang berada di kota-kota besar ataupun siswa yang ada di Negara Asean. Walaupun kultur dan budaya kita berbeda dengan kultur dan budaya mereka tetapi minimal kita bisa memperlakukan mereka seperti layaknya seorang siswa sehingga dengan demikian Tujuan Pembelajaran akan bisa tercapai.
Berdasarkan pengalaman beajar yang saya peroleh selama 10 hari di P4TKIPA terdapat beberapa kesimpulan yang ingin saya bagi ke teman-teman semua
A)    Tanamkan rasa percaya diri (confidence) 
B)    Selalu berusaha dan membuka diri terhadap kritikan dan masukan teman (menerima saran dan pendapat teman)
C)    Terus Belajar-dan belajar ( belajar sepanjang hayat)
D)    Berusahalah untuk bisa menguasai dunia dengan cara menguasai bahasa internasional (Bahasa Inggris)
E)     Jadikanlah  berbagai macam Rasa  itu akan  menyatu dalam satu keinginan untuk  bisa maju
Demikian laporan best practice saya tentang pengalaman belajar selama 10 hari mejadi peserta Training Course on Science Laboratory Management yang  diselenggarakan oleh SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science dan P4TKIPA  Bandung.