Pengelolaan Laboratorium

SELAMAT DATANG DI YULIAS BLOG

Selasa, 05 Maret 2013

Pengelolan Laboratorium


PENGELOLAAN LABORATORIUM

                Di lingkungan Sekolah  Menengah  Pertama (SMP) Laboratorium ada bebarapa macam yaitu: Laboratorium Bahasa Inggris, Lab Computer dan Lab IPA, Laboratorium merupakan suatu tempat yang penting yang perlu dimiliki oleh sekolah sebab didalam laboratorium  peserta didik  bisa mengembangkan diri,   dalam bidang pendidikan, menemukan sesuatu hal yang baru, membuktikan kebenaran suatu teori, melatih kedisiplinan serta membina hubungan kerja sama yang baik.
                Dalam penyajian  kali ini saya ingin membahas  pentingnya penggunaan Laboratorium khususnya Lab.IPA.    Menurut Woolnough dan Allop (dalam Nuriyani Rustaman 1995 :136)  bahwa ; ada empat alas an mengenai pentingnya kegiatan Praktikum dengan menggunakan Laboratorium yaitu:
1). Praktikum membangkitkan motivasi belajar sains,  siswa yang termotivasi akan belajar dengan sungguh-sungguh dalam mempelajari sesuatu, melalui kegiatan laboratorium siswa diberikesempatan untuk memenuhi dorongan rasa ingin tahu dan rasa ingin bisa.
2). Praktikum mengembangkan ketrampilan  dasar melakukan eksperimen, dengan kegiatan eksperimen  dapat melatih kemampuan mereka dalam mengobservasi dengan cermat, mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau lebih canggih, menggunakan dan menagani alat  secara aman, merancang, melakukan dan menginterpretasikan eksperimen
3). Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Banyak para pakar pendidikan sains meyakini bahwa cara yang terbaik untuk belajar adalah penedekatan  ilmiah adalam menjadikan siswa sebagai scientis, dari beberapa  pendapat  para ahli tentang kegiatan praktikum didapatkan beberapa model dan metode praktikum seprti : Model Praktikum Induktif,  Model Praktikum Verifikasi, dan Metode Inkuari.  Model praktikum induktif  dikembangkan oleh faham Francis Bacon yang berpendapat bahwa pekerjaan scientis   mengumpulkan pola hubungan antar data dan selanjutnya menemukan teori untuk merasionalisasikan semuai itu. Atau dari kata lain dari fakta menuju generalisasi.  Model Praktikum Verifikasi dikembangkan oleh penganut faham Popper yang memandang scientis mengawali penyelidikannya dengan sudut hipotesis yang diturunkan dari kawinan  antara pengalaman dankreatifitasnya.  Lebih lanjut scientis menguji kesalahan atau kebenaran hipotesisnya melalui observasi dan eksperimen. Kegiatan praktikum model verifikasi ini lebih diarahkan pada pembuktian teori yang telah dipelajari sebelumnya.  Metode Inkuari dikembangkan melalui pendekatan  heuristic yang memandang scientis sebagai penemu(discoverer) didalam praktikum menurut pandangan ini  siswa bagaikan seorang scientis yang sedang melakukan  eksperimen mereka dituntut  untuk merumuskan masalah, merancang eksperimen, merakit alat, melakukan  pengukuran secara cermat, menginterpretasikan data yang diperoleh serta mengkomunikasikan data yang diperoleh melalui laporan yang dibuatnya.
4). Praktikum menunjang materi Pelajaran . Kegiatan praktikum member kesempatan bagi siswa untuk menemukan teori, dan membuktikan teori. Selain itu  praktikum dalam pelajaran Biologidapat membentuk ilustiasi bagi konsep dan prinsip Biologi. Dari kegiatan-kegiatan yang dibuat dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

                 ( Yuliana podungge, S.Pd )