PENGELOLAAN
LABORATORIUM
Di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Laboratorium ada bebarapa macam
yaitu: Laboratorium Bahasa Inggris, Lab Computer dan Lab IPA, Laboratorium
merupakan suatu tempat yang penting yang perlu dimiliki oleh sekolah sebab
didalam laboratorium peserta didik bisa mengembangkan diri, dalam
bidang pendidikan, menemukan sesuatu hal yang baru, membuktikan kebenaran suatu
teori, melatih kedisiplinan serta membina hubungan kerja sama yang baik.
Dalam penyajian kali ini saya ingin membahas pentingnya penggunaan Laboratorium khususnya
Lab.IPA. Menurut
Woolnough dan Allop (dalam Nuriyani Rustaman 1995 :136) bahwa ; ada empat alas an mengenai pentingnya
kegiatan Praktikum dengan menggunakan Laboratorium yaitu:
1). Praktikum membangkitkan motivasi belajar
sains, siswa yang termotivasi akan
belajar dengan sungguh-sungguh dalam mempelajari sesuatu, melalui kegiatan
laboratorium siswa diberikesempatan untuk memenuhi dorongan rasa ingin tahu dan
rasa ingin bisa.
2). Praktikum mengembangkan ketrampilan dasar melakukan eksperimen, dengan kegiatan
eksperimen dapat melatih kemampuan
mereka dalam mengobservasi dengan cermat, mengukur secara akurat dengan alat
ukur yang sederhana atau lebih canggih, menggunakan dan menagani alat secara aman, merancang, melakukan dan
menginterpretasikan eksperimen
3). Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan
ilmiah. Banyak para pakar pendidikan sains meyakini bahwa cara yang terbaik
untuk belajar adalah penedekatan ilmiah
adalam menjadikan siswa sebagai scientis, dari beberapa pendapat para ahli tentang kegiatan praktikum
didapatkan beberapa model dan metode praktikum seprti : Model Praktikum Induktif, Model Praktikum Verifikasi, dan Metode
Inkuari. Model praktikum induktif dikembangkan
oleh faham Francis Bacon yang berpendapat bahwa pekerjaan scientis mengumpulkan pola hubungan antar data dan
selanjutnya menemukan teori untuk merasionalisasikan semuai itu. Atau dari kata
lain dari fakta menuju generalisasi. Model Praktikum Verifikasi dikembangkan
oleh penganut faham Popper yang memandang scientis mengawali penyelidikannya
dengan sudut hipotesis yang diturunkan dari kawinan antara pengalaman dankreatifitasnya. Lebih lanjut scientis menguji kesalahan atau
kebenaran hipotesisnya melalui observasi dan eksperimen. Kegiatan praktikum
model verifikasi ini lebih diarahkan pada pembuktian teori yang telah
dipelajari sebelumnya. Metode Inkuari dikembangkan melalui pendekatan
heuristic yang memandang scientis
sebagai penemu(discoverer) didalam praktikum menurut pandangan ini siswa bagaikan seorang scientis yang sedang
melakukan eksperimen mereka
dituntut untuk merumuskan masalah,
merancang eksperimen, merakit alat, melakukan
pengukuran secara cermat, menginterpretasikan data yang diperoleh serta
mengkomunikasikan data yang diperoleh melalui laporan yang dibuatnya.
4). Praktikum menunjang materi Pelajaran . Kegiatan
praktikum member kesempatan bagi siswa untuk menemukan teori, dan membuktikan
teori. Selain itu praktikum dalam
pelajaran Biologidapat membentuk ilustiasi bagi konsep dan prinsip Biologi. Dari
kegiatan-kegiatan yang dibuat dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang
pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
( Yuliana podungge, S.Pd )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar