Pengelolaan Laboratorium

SELAMAT DATANG DI YULIAS BLOG

Rabu, 06 Maret 2013

Peralatan Keselamatan Kerja Di Lab IPA




SAFETY EQUIPMENT (Peralatan  Keselamatan Kerja Di Laboratorium IPA)
                 
Dalam Menggunakan Laboratorium IPA  sering kali terjadi kecelakaan  baik itu pada saat melakukan praktikum/ pengamatan ataupun karena terdapatnya bahan-bahan kimia yang sudah kadaluarsa sehingga akan menyebabkan kecelakaan  oleh karena dalam sebuah laboratorium ketersediaan peralatan keselamatan kerja merupakan  suatu keharusan. Peralatan keselamatan kerja yang harus tersedia di laboratorium seperti yang dikemukakan oleh  (Sumarsono : 2011)  antara lain APD  Alat Pemadam Kebakaran, dan Alarm kebakaran.
1.      Alat Pelindung Diri (APD)
Selama melakukan pekerjaan setiap orang sebaiknya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan selama melaksanakan pekerjaan. Alat pelindung diri yang biasa digunakan sehari-hari antara lain pakaian kerja,  safety glass, safety  helmet, safety shoes, masker, dan sarung tangan.
2.      Alat Pemadam Kebakaran.
Kebakaran tentu bukan hal yang diharapkan, tetapi kemungkinan itu bisa saja terjadi. Oleh karena itu sebagai langkah preventiv terhadap terjadinya kebakaran maka di dalam laboratorium harus disediakan Alat Pemadam Api  Ringan (APAR) seperti Portable Fire Extinguisher, disamping itu perlu juga disiapkan bak air, karung goni, pasir di sekitar laboratorium, material ini juga suatu waktu bisa dimanfaatkan apabila terjadi kebakaran ringan.
Portable fire extinguisher yang biasa digunakan dalam laboratorium dibedakan dalam klasifikasi A, B, dan C. Berdasarkan karakteristiknya, penggunaan alat pemadam api ini juga harus sesuai ketentuan peruntukannya, dengan demikian kita tidak boleh sembarangan menggunakan  fire extinguisher dalam upaya pemadaman api. Berikut ini dijelaskan tentang klasifikasi kebakaran  dan jenis pemadam yang sesuai.
 a.    Klasifikasi  Api (Kebakaran)
Seperti diuraikan sebelumnya bahwa alat pemadam api ringan diklasifikasikan dalam tiga jenis sesuai klasifikasi api (kebakaran).
1.    Klasifikasi A : Api kelas A adalah yang paling umum,  api ini  bersumber dari  kayu, pakaian, kertas dan bahan-bahan paking.

2.    Klasifikasi B : Api kelas B adalah berasal dari cairan yang mudah terbakar seperti bensin, minyak tanah, oli, grease, lemak, lilin, cat, thinner dan solvent.

3.    Klasifikasi C : Api kelas C berasal dari peralatan listrik seperti dudukan lampu, motor, generator, kabel, kawat, saklar, dan peralatan elektronik

b.    Bahan Pemadam Api
Klasifikasi Api
Bahan Pemadam Api
Ilustrasi
A
Air dari ember, selang atau dari tabung pemadam adalah  bahan yang terbaik untuk mematikan api kelas A

B
Pemadam api dari bahan kimia berupa tepung kering dan gas karbon dioksida (CO2) sangat baik untuk memadamkan api kelas B.

C
Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api  kelas C, biasanya digunakan jenis tepung (CO2)


 3.      Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penanganan APAR
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di laboratorium harus ditempatkan pada tempat yang strategis tetapi tidak mengganggu mobilitas dalam laboratorium itu sendiri. Untuk antisipasi terhadap terjadinya kebakaran maka hal-hal berikut ini harus dipelajari.
a.      Anda harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada .
b.      Anda harus mengetahui lokasi tombol alarm kebakaran, telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda.
c.       Pelajari fungsi semua peralatan pemadam kebakaran.
d.      Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti langkah pemadaman api dengan pasti.

        
Penempatan Alat Pemadam Api Ringan

                
       Lokasi alat pemadam harus bebas                       Label instruksi penggunaan alat.