SAFETY
EQUIPMENT (Peralatan Keselamatan Kerja
Di Laboratorium IPA)
Dalam
Menggunakan Laboratorium IPA sering kali
terjadi kecelakaan baik itu pada saat
melakukan praktikum/ pengamatan ataupun karena terdapatnya bahan-bahan kimia
yang sudah kadaluarsa sehingga akan menyebabkan kecelakaan oleh karena dalam sebuah laboratorium ketersediaan
peralatan keselamatan kerja merupakan
suatu keharusan. Peralatan
keselamatan kerja yang harus tersedia di laboratorium seperti yang
dikemukakan oleh (Sumarsono : 2011) antara
lain APD Alat Pemadam Kebakaran, dan Alarm
kebakaran.
1.
Alat Pelindung Diri (APD)
Selama
melakukan pekerjaan setiap orang sebaiknya menggunakan Alat Pelindung Diri
(APD), hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan selama
melaksanakan pekerjaan. Alat pelindung diri yang biasa digunakan sehari-hari antara
lain pakaian kerja, safety glass, safety helmet, safety shoes, masker, dan sarung
tangan.
2.
Alat Pemadam Kebakaran.
Kebakaran
tentu bukan hal yang diharapkan, tetapi kemungkinan itu bisa saja terjadi. Oleh
karena itu sebagai langkah preventiv terhadap terjadinya kebakaran maka di
dalam laboratorium harus disediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) seperti Portable Fire
Extinguisher, disamping itu perlu juga disiapkan bak air, karung goni, pasir di
sekitar laboratorium, material ini juga suatu waktu bisa dimanfaatkan apabila
terjadi kebakaran ringan.
Portable
fire extinguisher yang biasa digunakan dalam laboratorium dibedakan dalam
klasifikasi A, B, dan C. Berdasarkan karakteristiknya, penggunaan alat pemadam
api ini juga harus sesuai ketentuan peruntukannya, dengan demikian kita tidak
boleh sembarangan menggunakan fire
extinguisher dalam upaya pemadaman api. Berikut ini dijelaskan tentang
klasifikasi kebakaran dan jenis pemadam
yang sesuai.
a. Klasifikasi
Api (Kebakaran)
Seperti
diuraikan sebelumnya bahwa alat pemadam api ringan diklasifikasikan dalam tiga
jenis sesuai klasifikasi api (kebakaran).
1. Klasifikasi A : Api kelas A adalah yang paling umum, api
ini bersumber dari
kayu, pakaian, kertas dan bahan-bahan paking.
2.
Klasifikasi
B : Api kelas B adalah berasal dari cairan yang mudah
terbakar seperti bensin, minyak tanah, oli, grease, lemak, lilin, cat, thinner
dan solvent.
3. Klasifikasi C : Api kelas C berasal dari peralatan listrik seperti
dudukan lampu, motor, generator, kabel, kawat, saklar, dan peralatan elektronik
b. Bahan Pemadam Api
|
Klasifikasi Api
|
Bahan Pemadam
Api
|
Ilustrasi
|
|
A
|
Air dari ember, selang atau dari tabung pemadam adalah bahan yang terbaik untuk mematikan api kelas
A
|
|
|
B
|
Pemadam api dari bahan kimia berupa tepung kering dan gas karbon
dioksida (CO2) sangat baik untuk memadamkan api kelas B.
|
|
|
C
|
Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang
paling efektif untuk memadamkan api
kelas C, biasanya digunakan jenis tepung
(CO2)
|
|
3.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam
Penanganan APAR
Alat
Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di laboratorium harus ditempatkan pada
tempat yang strategis tetapi tidak mengganggu mobilitas dalam laboratorium itu
sendiri. Untuk antisipasi terhadap terjadinya kebakaran maka hal-hal berikut
ini harus dipelajari.
a. Anda harus mengenal
seluruh alat-alat pemadam yang ada .
b. Anda harus mengetahui lokasi tombol alarm kebakaran,
telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda.
c. Pelajari fungsi semua
peralatan pemadam kebakaran.
d. Mampu menggunakan
peralatan dan mengikuti langkah pemadaman api dengan pasti.
Penempatan Alat Pemadam Api Ringan
Lokasi
alat pemadam harus bebas Label instruksi
penggunaan alat.
apabila ada kebutuhn safety equipment silahkan kunjungi toko kami di
BalasHapushttps://www.tokopedia.com/adarabc/